Senin, 25 Juli 2016

Tentang Belajar untuk (memperoleh) Ilmu atau (menuntut) Nilai :)

Karena engkau tak kunjung datang nak, jadi saya tuliskan sekarang @Atikah Farhia (datanglah jika sudah tidak sibuk, walaupun itu untuk pelarian :v :D )Adakalanya saat kita belajar, tidak cukup rasanya sekedar menerima dan mencerna. Terkadang kita menanyakan banyak hal yang sulit kita jawab dengan sendirinya, dan sayangnya lebih sering kita tidak menemukan jawaban, -membiarkan pertanyaan berkembang biak, beranak bahkan bercicit.



Mungkin ini salah satu dari sekian banyak pertanyaan saya, -mungkin pertanyaan jenenngan juga, -semoga dapat membuka pintu yang bernama jawaban. :) Kala itu seorang guru men-chat saya melalui WA, sekedar menyapa, -lam tidak berjumpa, -karena Beliau sudah tidak mengajar lagi di sekolah kita. Saya menanyakan kabar Beliau, Beliau pun menanyakan kabar saya. "Alhamdulillah baik bu, hanya akhir-akhir ini sering pusing, hehe." "Pusing kenapa mbak? :) " "Pusing mau belajar untuk menuntut ilmu atau nilai, hehe. Pinginnya menuntut ilmu, tapi jadi belajarnya luas, nilainya pun buruk." (Kurang lebih percakapan awalnya begitu :D ), -begini jawaban Beliau, "Belajar dgn ikhlas...maksimal...dan mendalam (ambil hikmah dan manfaatnya). Jangan terlalu dipikirkan. Nilai...uang...dan lainnya akan mengikuti." "Nilai adalah semacam indikator seberapa baiknya kita menguasai suatu pengetahuan (ilmu juga biar bagaimana). Ketika dikaitkan dgn status kita sbg pelajar sebuah lembaga pendidikan, ada semacam kewajiban (anggap saja turunan dr kewajiban menuntut ilmu) utk mencapai standar (nilai dsb) yg disarankan. Maka, tidak salah pula jika kita mengupayakan nilai yg baik." "Ada kalanya suatu jerih payah tidak terhargai sebagaimana yg kita harapkan. Tp, bukankah akan lebih rugi rasanya jika kita tak pernah berjerih payah atas alasan...sya kan tidak mengejar nilai. Coba tanyakan lagi . Sungguh itukah alasannya? Bukan rasa malas atau putus asa? Akan merugi kiranya apabila pada suatu masa yg disediakan memang utk lebih banyak berusaha dalam mempelajari ilmu terlewati gitu saja sebab tak ada cerita kesempatan itu akan terulang. Masa ketika kita telah menua... berkutat dgn cara2 menuntut ilmu yg teguh dan rajin akan memiliki beragam lagi godaan dan batasan..tidak hanya dr luar tetapi lebih2 dr dalam diri kita sendiri. #mentang2 gejala2 penuaan juga mulai menjangkiti niki, Nduk " "Kecewa, kesal, sedih, dan segala perasaan yg kurang menyenangkan ketika hasil maksimal tak bisa diraih akan menjadi hikmah dan kebijaksanaan (insya Allah) pada masa yg akan datang jika kita sudah sempatkan utk berjuang maksimal. Rasa dendam ataupun jengkel (insya Allah) tidak akan nyangkut barang secuil pun andai kita bisa melihat lebih dalam sbrapa hebatnya "memiliki" sesuatu tp orang2 tidak tahu, kecuali ketika kita menunjukkan manfaatnya dgn berbagi bersama yg lain. Tak pernah ada ruginya. Lupakan soal harus memilih yg mana. Sepertinya ada garis yg bnr2 nyata antara orientasi ilmu dan nilai. Mana pun yg dipilih, insyaAllah keduanya akan kau dapatkan, Nak , sebab nilai itu lain dr skor...nilai yg sejati itu menggambarkan isi.." #selamat_berproses_nak :) #Barakallahhufiki :) ({})


(repos https://www.facebook.com/notes/siti-atitah/tentang-belajar-untuk-memperoleh-ilmu-atau-menuntut-nilai-/886507201471519)

0 komentar:

Posting Komentar