Senin, 25 Juli 2016

Hati yang lelah, untuk siapa kamu lelah?

Kata kata itu saya baca dari postingan mb #Fatimah_AlHumairoh :) yaa, teramat sering lelah melanda, menggerogoti sukma yang kian merapuh diikuti dengan raga yang mulai runtuh, Lelah menyadarkanku, bahwa : berjuang tetaplah sepuah perjuangan, butuh pengorbanan.

Kau pernah berjuang? Lelah bukan? Tapi terkadang kita lupa bahwa lelah merupakan bukti kita telah berjuang, bahwa lelah bukti apa yang diperjuangkan akan menuai hasilnya, walaupun kita tahu, terkadang kita merasa 'hasil' tak sepadan dengan 'lelah' yang kita rasakan, Tapi disinilah kita mulai paham hakikat 'lelah' yang kita rasakan, Membicarakan pejuangan dan lelah, sabar senantiasa ikut hadir, akhir- akhir ini saya tersadar teramat sering saya lupa halikat sabar, sabar sebuah proses yang senantiasa menyertai, menyertai disetiap awal perjalanan, prosesnya, pun akhirnya, Itulah mengapa ketika kita menganggap 'hasil' tak sebanding dengan 'lelah', bahkan saat kita tak mendapatkan apapun, disitulah hakikat sabar terkuak, Hari hari ini lelah sekali kawan, saat kau mulai memilih pergi, tak bersama lagi, tak ikut berjuang, sepertinya : aku merindukanmu. Berjuang bersamamu. Terkadang aku ingin menyerah, tapi perjalanan ini belum usai, bagaimana lagi? Hari ini aku tahu, bahwa : jarak antara kesabaran dan kebahagiaan hanya sehelai kertas saja, Tulisan ini tidak menjawab judul catatan ini bukan? kau berhak menjawabnya sendiri, dihatimu, Jadi, untuk siapa kamu lelah? #random #bungakelima

(repos https://www.facebook.com/notes/siti-atitah/hati-yang-lelah-untuk-siapa-kamu-lelah/816171701838403)

0 komentar:

Posting Komentar