Jumat, 22 September 2017

Untuk apa Belajar Matematika?

Hai guys? I'm so sorry belum bisa merutinkan tulisan di blog ini :( 
Pernah nggak guys terlintas dalam benak kalian 
"Ngapain si belajar matematika? Ngapain si ngadepin rumus-rumus yang nggak guna buat hidup?"



ane sendiri si pernah. hii hii
And then? tau nggak guys? ada namanya dampak yang kuantitatif (bisa diukur pakai angka, nggak kasatmata) dan ada juga dampak yang kualitatif (nggak bisa diukur pakai angka, dan tentu kasatmata). Ternyata guys, matematika juga gitu lho! Dia ni punya dampak yang kuantitatif or eksplisit juga dampak kualitatif or implisit.

Dampak kuantitatif ini bisa dilihat dengan jagonya kita ngitung (ngitung soal, ngitung duit, ngitung utang, eitss, jangan lupa bayar utang ya! :D ), bisa ngerjain soal fisika, kimia, akuntansi, dan semua pelajaran yang itung-itungan. Itu doang ni? Dikit amat! Nah, bisa ditambahain sendiri ya guys, coba direnungin! Merenungnya jangan nglantur sampai si do'i yup! :D

Sedangkan dari dampak kulaitatif bisa dilihat dari cara berpikir or paradigma kita dan tingkah laku kita (kita? biarlah!), seperti : berpikir sistematis, berpikir logis, disiplin, cekatan, pantang menyerah, de el el. Banyak kan guys? 
"Tanpa sadar saat kita mengerjakan soal yang sulit bin jlimet, kita baru belajar untuk mengatasi masalah dan tidak mudah menyerah!"
So, nggak akan ada ruginya kita belajar matematika, bahkan itu akan menjadi hal yang sangat kita butuhkan. So, semangat belajar! semangat belajar matematika! dan siap-siap jatuh cinta sama dia, Math :D  
O ya, terakhir guys, seorang teman pernah berpesan begini:
"Segala sesuatu yang bisa dicerna, engkau bisa menguasainya!" (Selamat mencerna Math, yakin, kau bisa!)

0 komentar:

Posting Komentar