Senin, 11 Juli 2016

Senja Kesembilan #1

"Seharusnya aku tak datang, sebab kedatangan membawa pengharapan." Ima, seharusnya kau tak datang.



Kala itu senja kesembilan, sejak kepergiannya. Ima tahu, Bintang tak benar- benar berniat untuk pergi. Sebab ia tahu apa yang dirasa olehnya.
 "Atas nama kesempatan aku hadir Bun," dada Ima buncah, air mata mengalir deras, walau hanya beriring isakan kecil.
Bunda menatap kosong ke arah Ima, kemudian tatapannya beralih menjadi pertanyaan, "Untuk apa?" "Sebab aku tak ingin, atas nama keterlambatan, janji yang Bunda tunggu tak pernah terwujud," hujan di pipinya tak kunjung reda, hanya saja isakan itu mulai berirama, teratur.
 "Walaupun aku tak datang untuk itu." Kalimat itu tertahan. "Aku pamit."
#fiktif 

0 komentar:

Posting Komentar