"Seharusnya aku tak datang, sebab kedatangan membawa pengharapan." Ima,
seharusnya kau tak datang.
Kala itu senja kesembilan, sejak kepergiannya. Ima tahu, Bintang tak
benar- benar berniat untuk pergi. Sebab ia tahu apa yang dirasa olehnya.
"Atas nama kesempatan aku hadir Bun," dada Ima buncah, air mata mengalir
deras, walau hanya beriring isakan kecil.
Bunda menatap kosong ke arah
Ima, kemudian tatapannya beralih menjadi pertanyaan, "Untuk apa?"
"Sebab aku tak ingin, atas nama keterlambatan, janji yang Bunda tunggu
tak pernah terwujud," hujan di pipinya tak kunjung reda, hanya saja
isakan itu mulai berirama, teratur.
"Walaupun aku tak datang untuk itu." Kalimat itu tertahan. "Aku pamit."
#fiktif
skip to main |
skip to sidebar
"Aku seorang guru. Tidak ada keajaiban di dalam pekerjaanku. Aku tidak berjalan di atas air, aku tidak membelah lautan. Aku hanya mencintai anak-anak." -Marva Collins-
Senin, 11 Juli 2016
Diberdayakan oleh Blogger.
Total Pageviews
My Blog List
My Blog List
My Blog List
Snag a button
About Me
- sitiatitah
Followers
Popular Posts
-
Ada satu bagian yang tidak dipublish dan memang sengaja dihilangkan. Barang kali, kepergian, tidak perlu dijelaskan, karena penjelasan hanya...
-
Karena engkau tak kunjung datang nak, jadi saya tuliskan sekarang @Atikah Farhia (datanglah jika sudah tidak sibuk, walaupun itu untuk pelar...
-
Adin memarkirkan motornya dengan apik. Ima turun dengan cekatan, melepas helm dan beranjak masuk ke Griya Unik, Adin membuntuti di belakang....
-
Hai guys ? I'm so sorry belum bisa merutinkan tulisan di blog ini :( Pernah nggak guys terlintas dalam benak kalian "Ngapai...


0 komentar:
Posting Komentar