Ima terperanjat mendapati Adin sudah berada tepat di depannya.
"Haduh buk, jam segini sudah bengong mulu."
Yang dipanggil buk, menatap kesal.
"Lagian kamu lama si."
Adin hanya terkekeh, lantas menyerahkan helm kepada Ima. Ima cekatan
memakai helm dan membonceng.
"Kamu yang depan gih."
"Hehe kapan- kapan aja lah. Motor kamu habis diservice kan? Emang mau
diservice lagi?"
Ima tertawa menggoda. Adin langsung tancap gas.
"Kita kemana Ma?" Adin menyela diantara deru motor, sedikit berteriak.
"Ke tempat yang kita pernah pesen mug disana. Masih ingat kan jalannya?"
"Oh iya, masih la."
Sinar mentari menyengat. Jalanan tidak macet, tapi tidak pula lengang,
cukup menambah sumpeknya keadaan. Panas dan konspirasi asap.
"Ma?"
Adin membuka obrolan.
Ada hal yang ingin ia tanyakan, yang beberapa hari
ini ia tahan, terpaksa disimpan.
"Iya apa Din?"
"Setahuku, Bintang pernah ke rumah kan? Buat ngenalin diri ke Bunda?"
Akhirnya keluar juga, batin Adin.
"Iya." Ima menjawab singkat.
"Ku kira itu proses serius." Ima menyeringai.
"Hehe enggak ko. Cuma mau ngenalin aja, sebagai temenku." Ima tertawa
hambar.
"Tapi setahuku kamu nggak pernah ngenalin temen laki-laki seserius itu
ke Bunda."
"Dia yang minta buat ngenalin."
"Oh, ku kira . . ."
"Itu! Depan belok kiri." Ima memotong.
"Iya, tahu." Adin cemberut.
Ima mengamati dari spion dan hanya tertawa.
Adin segera mengambil kendali motornya berbelok ke arah kiri, kemudian
berjalan lurus 200 meter. Sebuah "Griya Unik", begitu tertulis,
menyambut kedatangan mereka, berdua.
#fiktif
skip to main |
skip to sidebar
"Aku seorang guru. Tidak ada keajaiban di dalam pekerjaanku. Aku tidak berjalan di atas air, aku tidak membelah lautan. Aku hanya mencintai anak-anak." -Marva Collins-
Senin, 11 Juli 2016
Diberdayakan oleh Blogger.
Total Pageviews
My Blog List
My Blog List
My Blog List
Snag a button
About Me
- sitiatitah
Followers
Popular Posts
-
Ada satu bagian yang tidak dipublish dan memang sengaja dihilangkan. Barang kali, kepergian, tidak perlu dijelaskan, karena penjelasan hanya...
-
Karena engkau tak kunjung datang nak, jadi saya tuliskan sekarang @Atikah Farhia (datanglah jika sudah tidak sibuk, walaupun itu untuk pelar...
-
Adin memarkirkan motornya dengan apik. Ima turun dengan cekatan, melepas helm dan beranjak masuk ke Griya Unik, Adin membuntuti di belakang....
-
Hai guys ? I'm so sorry belum bisa merutinkan tulisan di blog ini :( Pernah nggak guys terlintas dalam benak kalian "Ngapai...


0 komentar:
Posting Komentar